Rabu, 29 Februari 2012

sajak rindu, untukmu

Hujan datang pada senjaku hari ini. membuatkan genangan-genangan, membiaskan kenangan ilusi. aku tak menemuimu malam ini. tapi kamu,kubawa dalam lelapku...


Secangkir kopi hangat dan teras depan. seraya memelukku erat, hela nafas berembun dalam udara. langit masih menyimpan biasan warnamu.


Janganlah menepi dari genangan, marilah tetap lantunkan sajak indahmu bersamaku, hingga semua jadi ingatan. :)


Belumlah kutuliskan satu syair. beribu aksara di kepala gelisah. hanya namamu, rindu.


Sajikan rindu tak keruh, ditemani kopi manis pelengkapnya. salam bagi langit malammu, padanya aku menitipkan hangat rinduku. semoga kau berkenan.. :))

belajar bersajak (part 2)

hai,aku kembali dengan lengkungan senyum kecil tuk kembali mengutarakan apa yang kulihat di senjaku...

tak terasa waktu berlalu begitu lekasnya, aku masih disini. Menantimu, teruntuk kamu yang belum ku ketahui namamu. Senja, entah mengapa ia dengan senang hati menemaniku dengan langit jingganya. Tak ada kelelahan sedikitpun yang disiratkan, seraya berpura-pura agar tak ku ketahui sedihnya. Pelangi, ya pelangi. Ia datang setelah hujan turun dengan derasnya. Saat itu juga senyumku kembali merekah. Namun, terkadang kau bersembunyi dengan cepatnya.

Entah mengapa aku merasa beruntung. Bayangmu terukir di bias mata. Sajakmu menggema di kepala. Aku dapat melihat dan merasakan lukisan Tuhan yang kurasa sempurna, dan itu kamu, pelukis sekaligus pengukir kata-kata indah. Pelangi di kala senja beratapkan langit jingga.

terkadang, rindu mencuat dengan lincahnya. selimutkan gigil diselip embun pagi. kuharap, aku boleh menyandarkan rinduku untukmu dan berdoa semoga terik tak menghabiskannya.

Senin, 27 Februari 2012

belajar bersajak (part 1)

Haloo, lama tak menengok ruanganku ini.. :) semoga masih menerimaku tuk menulis segala apa yang ada di anganku tuk melukis apa yang tlah ku saksikan senja tadi,biasan warna-warni yang kusebut pelangi.

Beberapa waktu lalu, kudapati seseorang dalam senjaku. Tetiba datang menghampiriku seraya memberi senyum indahnya untukku. ku terkagum sejenak, kunikmati sayup-sayup sajaknya menghampiriku perlahan, ku kira dia hanya menyambangi senjaku. tapi setelah lama ku perhatikan , biasan warna yang kusebut pelangi ternyata menyelimutinya,hangat seraya menghangatkan senjaku yang separuh beku :') . Tertanda,dariku. Untukmu,pelukis kata. :'))

#alihcerita...

 Dingin,sedingin rinduku untukmu. Ya,bait itu yang sering kuucap disaat senja berlalu. sering kuucap semenjak kudapati seseorang yang pernah mengajakku berdansa di bawah langit berpita abu-abu,dulu. Kini,ku tak ingin lagi berdansa dengannya. Kudapati ternyata dia seorang pemain 'drama' handal. Oh Tuhan.. terimakasih atas segala ilmu yang Kau berikan untukku. Ilmu tuk mengerti apa itu arti sebuah 'kasih' yang asli dan yang bukan. Sedikit cerita pembelajaran dariku. Sekejap,rasa itu di hilangkan olehNya.. :)

#kembaliBelajarSajak... #padapageselanjutnya ;p