Rabu, 29 Februari 2012

belajar bersajak (part 2)

hai,aku kembali dengan lengkungan senyum kecil tuk kembali mengutarakan apa yang kulihat di senjaku...

tak terasa waktu berlalu begitu lekasnya, aku masih disini. Menantimu, teruntuk kamu yang belum ku ketahui namamu. Senja, entah mengapa ia dengan senang hati menemaniku dengan langit jingganya. Tak ada kelelahan sedikitpun yang disiratkan, seraya berpura-pura agar tak ku ketahui sedihnya. Pelangi, ya pelangi. Ia datang setelah hujan turun dengan derasnya. Saat itu juga senyumku kembali merekah. Namun, terkadang kau bersembunyi dengan cepatnya.

Entah mengapa aku merasa beruntung. Bayangmu terukir di bias mata. Sajakmu menggema di kepala. Aku dapat melihat dan merasakan lukisan Tuhan yang kurasa sempurna, dan itu kamu, pelukis sekaligus pengukir kata-kata indah. Pelangi di kala senja beratapkan langit jingga.

terkadang, rindu mencuat dengan lincahnya. selimutkan gigil diselip embun pagi. kuharap, aku boleh menyandarkan rinduku untukmu dan berdoa semoga terik tak menghabiskannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar